5 Kuliner Pasar 8 Alam Sutera yang Wajib Dicoba Di tengah hiruk pikuk kawasan hunian dan perkantoran modern, Pasar 8 Alam Sutera menjelma menjadi salah satu titik kuliner paling ramai di Tangerang Selatan. Tempat ini bukan sekadar pasar tradisional, melainkan perpaduan antara pusat bahan segar dan surga makanan siap santap yang selalu dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan dan jam makan siang.
Aroma bawang putih yang ditumis, kuah kaldu yang mengepul, hingga wangi kopi yang baru digiling bercampur jadi satu. Datang ke sini rasanya seperti masuk ke dalam dunia kecil yang penuh godaan rasa. Dari sekian banyak pilihan, ada lima kuliner yang menurut saya benar benar layak masuk daftar wajib coba.
“Pasar 8 itu tempat yang selalu bikin saya gagal diet. Baru masuk saja, perut langsung terasa lapar.”
1. Bakmi Ayam Kampung yang Gurih dan Lembut
Salah satu menu yang paling banyak diburu di Pasar 8 adalah bakmi ayam kampung. Warungnya sederhana, namun antreannya kerap memanjang hingga ke lorong.
Bakmi yang digunakan bertekstur kenyal namun tetap lembut saat digigit. Kuah kaldunya terasa ringan tetapi kaya rasa. Potongan ayam kampungnya tidak pelit, disajikan dengan taburan daun bawang dan sedikit minyak bawang yang harum.
Yang membuat bakmi ini berbeda adalah rasa ayam kampungnya yang lebih padat dan tidak berlemak berlebihan. Ada sensasi manis alami yang berpadu dengan gurihnya kecap asin dan kaldu.
Harga seporsinya masih tergolong ramah kantong untuk ukuran kawasan premium seperti Alam Sutera. Banyak pengunjung yang datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan.
“Saya selalu percaya, bakmi enak itu bukan yang mewah, tapi yang bikin ingin tambah satu mangkuk lagi.”
2. Nasi Campur Hainan dengan Porsi Melimpah
Tak jauh dari deretan bakmi, ada penjual nasi campur Hainan yang juga tak kalah legendaris. Hidangan ini cocok bagi mereka yang ingin makan berat dengan pilihan lauk beragam.
Sepiring nasi putih hangat disajikan bersama ayam rebus, ayam panggang, char siu, dan telur kecap. Beberapa pengunjung juga menambahkan saus khas Hainan yang sedikit manis dan gurih.
Tekstur ayamnya empuk dan juicy. Sementara char siu memiliki sentuhan rasa manis yang seimbang. Kuah kaldu bening yang disertakan membuat hidangan ini terasa komplet.
Keunggulan lainnya adalah porsinya yang besar. Banyak pelanggan mengaku bisa berbagi satu porsi untuk dua orang dengan tambahan lauk.
Suasana di sekitar kedai nasi campur ini selalu ramai. Pengunjung dari berbagai kalangan duduk berdampingan menikmati sajian hangat.
3. Seafood Tumpah dengan Saus Pedas Menggoda
Pasar 8 juga dikenal dengan lapak seafood yang menyajikan hidangan dalam porsi besar. Udang, kerang, cumi, dan kepiting dimasak dengan berbagai pilihan saus, mulai dari saus padang hingga mentega.
Salah satu yang paling diminati adalah seafood tumpah saus pedas. Sajian ini biasanya diletakkan di atas alas kertas besar, lalu disantap bersama sama.
Rasa pedasnya tidak sekadar menyengat, tetapi juga kaya rempah. Udangnya segar, kerangnya tidak amis, dan cuminya tidak alot. Semua terasa matang dengan sempurna.
Pengalaman makan seafood di sini bukan hanya soal rasa, tetapi juga suasana. Tangan belepotan saus justru menjadi bagian dari keseruan.
“Makan seafood di Pasar 8 itu rasanya seperti pesta kecil. Ribet sedikit tidak apa apa, yang penting puas.”
4. Dim Sum Hangat untuk Camilan Sore
Jika datang di sore hari, dim sum menjadi pilihan tepat. Beberapa kios menawarkan aneka siomay, hakau, bakpao, hingga ceker ayam.
Dim sum di Pasar 8 terkenal karena dibuat segar setiap hari. Kukusan bambu berjejer rapi dengan uap panas yang terus mengepul.
Hakau dengan kulit tipis transparan berisi udang utuh menjadi favorit banyak orang. Siomay ayam dan udang pun terasa padat dan juicy.
Harga per porsi cukup terjangkau, sehingga pengunjung bisa mencoba beberapa jenis sekaligus. Tidak sedikit yang datang khusus untuk nongkrong sambil menikmati teh hangat dan dim sum.
Area duduknya sederhana, tetapi suasananya hidup. Percakapan dan tawa terdengar di setiap sudut.
5. Kopi Susu dan Dessert Kekinian
Menutup perjalanan kuliner di Pasar 8 belum lengkap tanpa mencicipi kopi susu dan aneka dessert. Beberapa kedai kopi lokal membuka lapak kecil dengan konsep modern.
Kopi susu gula aren menjadi primadona. Rasanya seimbang antara pahit kopi dan manis gula aren yang lembut. Disajikan dingin, minuman ini cocok untuk cuaca panas.
Selain kopi, ada pula aneka dessert seperti pudding mangga, es krim gelato, dan kue tradisional yang dimodifikasi dengan sentuhan modern.
Menikmati kopi sambil melihat lalu lalang pengunjung memberikan sensasi santai yang menyenangkan. Pasar 8 seolah menjadi ruang pertemuan berbagai cerita.
“Kadang saya datang bukan hanya untuk makan, tapi untuk menikmati suasananya. Pasar 8 punya energi yang sulit dijelaskan.”
Suasana yang Membuat Orang Kembali Lagi
Salah satu daya tarik Pasar 8 bukan hanya makanannya, tetapi atmosfernya. Lorong lorongnya mungkin tidak terlalu luas, tetapi selalu hidup.
Di pagi hari, pedagang sayur dan daging segar sudah sibuk melayani pembeli. Siang hari, aroma makanan matang mulai mendominasi. Sore hingga malam, tempat ini berubah menjadi pusat nongkrong yang ramai.
Pengunjung datang dari berbagai latar belakang, mulai dari keluarga, pekerja kantoran, hingga mahasiswa. Semua bercampur tanpa sekat.
Interaksi antara penjual dan pembeli pun terasa akrab. Banyak pedagang yang sudah mengenal pelanggan tetapnya.
Tips Berburu Kuliner di Pasar 8
Agar pengalaman kuliner semakin maksimal, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.
Datang lebih awal jika ingin mencoba menu populer seperti bakmi atau nasi campur, karena beberapa kedai sering kehabisan sebelum sore.
Siapkan uang tunai, meskipun beberapa kios sudah menerima pembayaran digital. Pastikan juga datang dalam kondisi lapar, karena pilihan makanan sangat menggoda.
Jangan ragu bertanya kepada pedagang tentang menu rekomendasi. Biasanya mereka dengan senang hati memberikan saran terbaik.
Pasar 8 Alam Sutera bukan sekadar tempat makan, tetapi destinasi kuliner yang menawarkan pengalaman lengkap. Lima kuliner tadi hanyalah sebagian kecil dari kekayaan rasa yang ada di sana. Setiap kunjungan selalu menghadirkan kejutan baru dan alasan untuk kembali lagi.






